Rangkuman Khutbah Jumat, 20 Juni 2014


Alhamdulillah, wassholatu wassalamu ‘alaa rosulillah sayyidina muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Puji syukur serta rasa ta’zhim hanya  kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala. Dan juga Sholawat serta salam semoga tercurah kepada baginda rosululloh SAW.

Pada Khutbah jum’at kali ini ( 20 Juni 2014 ), Alhamdulillah Abuya Abu anshor dapat kembali di tengah-tengah kita mengisi ceramah jumat kembali setelah Allah beri beliau dengan sakitnya – semoga Allah mengangkat penyakitnya serta memberi kesembuhan kepadanya– aaamiiin.

Persiapan Menghadapi Bulan Puasa Ramadhan yang sebentar lagi akan datang. Umat muslim kembali lagi berkesempatan untuk meraih berkah pahala sebanyak-banyaknya. Alangkah beruntungnya bila kualitas ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua umat muslim tentunya dapat meraih hal tersebut dengan menunaikan ibadah wajib puasa dan amalan Ramadhan lainnya secara maksimal.

Maka sebelum memasuki Ramadhan, kita sebagai umat muslim perlu tahu apa saja persiapan menghadapi bulan Ramadhan, hingga kita paham betul makna puasa Ramadhan dan melewati bulan penuh berkah ini dengan sempurna.  Ibadah Puasa itu ibadah yang berat, namun besar pahalanya. Karenanya, hanya Allah semata yang Maha Mengetahui dan memberikan pahala puasa hambanya.

Pada sesi khutbah pertama, Khotib menyampaikan bahwa batasan Puasa Ramadhan puasa itu hanya “ iman” itu sendiri. karenanya jika ada yang tidak memenuhi seruan Allah atas puasa itu ( tidak berpuasa) , maka batal keimanannya.

Kemudian ada 4 point persiapan yang mesti dibangun oleh seorang muslim sebelum menyambut bulan suci Ramadhan :

  1. Persiapan Ruhiyah. Hendaknya seorang muslim bertaubat kepada Allah, Taubat pada dasarnya wajib setiap saat. Akan tetapi karena akan (menyambut) kedatangan bulan yang agung dan barokah ini, maka lebih tepat lagi jika seseorang segera  bertaubat dari dosa-dosanya yang diperbuat kepada Allah serta dosa-dosa karena hak-hak orang lain yang terzalimi.  Agar ketika memasuki bulan yang barokah ini, dia disibukkan melakukan ketaatan dan ibadah dengan dada lapang dan hati tenang.
  2. Persiapan ilmu. Membekali diri dengan ilmu agar dapat mengenal hukum-hukum puasa dan mengetahui keutamaan Ramadan. Jangan sampai hari hari kita di bulan suci ramadhan terbuang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat.
  3. Persiapan Fisik. Guna menyongsong Ramadhan dengan fisik tetap prima, maka puasa harus dilatih sejak sekarang (tepatnya bulan Sya’ban), sehingga kala memasuki Ramadhan, fisik dan mental tidak sedang dalam kondisi beradaptasi, tetapi sudah terkondisi, sehingga Ramadhan tidak lagi menjadi alasan seorang Muslim menurun produktivitasnya. Oleh karena itu, perbanyaklah puasa sedari sekarang.
  4. Persiapan harta. Beramal dijalan Allah dengan memberi makan berbuka puasa serta bersedekah untuk fakir miskin dan kaum muslimin.

 

Terakhir, pada Khutbah kedua, khotib mengajak untuk perbanyak bertaubat. Bulan Ramadhan adalah bulan yang tepat untuk banyak bertauabat kepada Allah. Allah berjanii akan mengampuni hambanya. Kalau Allah SWT saja sudah berjanji akan mengapuni dosa hambaNya, maka jangan malu untuk meminta ampun pada allah.

Semoga kita diberkahi di bulan Sya’ban , serta disampaikanlah pada bulan Ramadhan.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s