[KaBul] Liputan Kajian Bulanan Maret – Ekonomi Syari’ah


1

Muslimsein – Ada yang berbeda dengan pengajian bulanan di masjid Annahl-SEIN hari kamis 27/03/2014, jama’ah terlihat lebih antusias bila dibandingkan kajian-kajian sebelumnya.Bisa jadi karena topik yang diangkat kali ini berbau ‘duit’.Mungkin juga jama’ah sudah mulai care dengan aktifitas dan interaksi bisnis berbasis Ekonomi Syari’ah.

Dipandu oleh Ust.Ahmad Syarwat Lc (beliau adalah seorang pendakwah dan dosen di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) acara pengajian kali ini berjalan dengan serius tapi santai.

Ust. Ahmad Sarwat Lc pernah mengenyam pendidikan S1 Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad Ibnu Suud LIPIA dan S2 Institut Ilmu Al-Qur’an: Ulumul Qur’an dan ulumul hadits.

Pembahasan pertama dalam kajian bulanan kali ini adalah tentang jual-beli, aktifitas jual-beli ini sudah ada sejak zaman para nabi dan merupakan perbuatan yang halal asalkan sesuai dengan tuntunan yang benar sesuai syariat Islam.

     Dan Allah telah menghalalkan jual-beli dan telah mengharamkan riba. (QS. Al-Baqarah : 275)

Jika dijabarkan secara sederhana, aktifitas jual beli adalah seperti gambar berikut :

2

Inti pembahasan kedua lebih mengerucut ke arah RIBA, yang mencakup bunga bank, perkreditan, peminjaman uang dan pegadaian.Beliau menjelaskan bahwa riba itu seringkali terlihat samar dan meragukan.

Samar karena pengetahuan dan pemahaman tentang aktifitas bisnis berbasis syar’iah yang minim, atau bisa jadi mereka yang sudah mengerti berusaha mengakal-akali agar terlihat syari’ah.

Untuk kita yang awam, ketika memilih sebuah produk keuangan/bisnis/aktifitas bisnis check saja apakah sudah ada bukti sertifikat syari’ah dari Dewan Pengawas Syariah atau Dewan Syariah Nasional MUI agar lebih aman.

Ada beberapa cara sebagai solusi dari aktifitas riba, yaitu dengan cara merubah transaksinya menjadi : Bagi hasil, kredit, gadai atau hibah (merelakan sebagai hadiah).

3

Jenis-jenis Riba :

4

Banyak diantara jama’ah yang merasa kurang puas dengan kajian bulanan kali ini, namun karena keterbatasan waktu kegiatan hanya bisa dilangsungkan hingga shalat maghrib.

Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang Tanya jawab seputar ekonomi syari’ah, silahkan bisa merujuk ke website Ust.Ahmad Syarwat di : http://www.rumahfiqih.com

Blog : muslimsein.wordpress.com | Twitter : @muslimsein | Reporter : Masud Khan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s