Tolak Pekan Kondom Nasional


pkn2013-v2

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementerian Kesehatan akan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1 Desember hingga 7 Desember yang digelar di 12 kota besar di Indonesia. PKN mengusung tema “Protect Youself, Protect Your Partner” yang dianggap sebagai wujud kepedulian terhadap HIV dan AIDS.

Penanggulangan yang Salah Kaprah

Program kondomisasi yang diluncurkan oleh Menkes Nafsyiah Mboi dilakukan melalui program bagi-bagi kondom gratis kepada masyarakat. Pelajar dan kaum remaja pun tak lepas dari program ini, ironisnya bagi-bagi kondom dilakukan di area kampus! Program semacam ini secara tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat terutama kalangan remaja bahwa : “boleh saja melakukan hubungan seks asal memakai kondom agar aman dan terhindar dari HIV”. Na’udzubillah

“…Tidaklah tampak perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani terang-terangan melakukannya, melainkan akan menyebar di tengah mereka penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu…” (HR. Ibnu Majah, al-Hakim, al-Baihaqi)

Sebagai akibat kondomisasi ini, seks bebas bisa dipastikan akan semakin meningkat. Seperti diungkapkan oleh Mark Schuster dari Rand, sebuah lembaga penelitian nirlaba, dan seorang pediatri di University of California. Berdasarkan penelitian mereka, setelah kampanye kondomisasi, aktivitas seks bebas di kalangan pelajar pria meningkat dari 37% menjadi 50% dan di kalangan pelajar wanita meningkat dari 27% menjadi 32% (USA Today , 14/4/1998).

Akar permasalahan dari HIV/AIDS adalah seks bebas yang marak di kalangan masyarakat. Maka dengan dalih apapun, pemberantasan HIV/AIDS dengan cara bagi-bagi kondom tidak tepat. Karena itu dengan alasan apapun kampanye kondomisasi ini harus dihentikan dan kita harus berganti dengan cara lebih baik dan dengan cara lebih diridhoi.

Solusi yang tepat untuk menanggulangi AIDS adalah dengan setia pada pasangan (untuk pasangan yang telah menikah) dan tidak melakukan seks bebas untuk yang belum menikah, bukan dengan cara bagi-bagi kondom yang secara tidak langsung menyuburkan perilaku seks bebas di masyarakat. Tiap-tiap remaja dan masyarakat hendaknya diberikan pendidikan moral bahwa seks bebas adalah hal yang salah. Dalam agama manapun berzina adalah perbuatan yang dilarang. Islam dengan terang dan tegas mengecam pelaku zina, bahkan yang hanya mendekati zina.

 “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32) Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68).

Referensi:

Da’ina Tolak Pekan Kondom Nasional, http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/11/30/27874/daina-tolak-pekan-kondom-nasional/, diakses tanggal 2 Desember 2013

Pekan Kondom – Pintu Masuk Seks Bebas, http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/01/7567/pekan-kondom-pintu-masuk-seks-bebas.html, diakses tanggal 2 Desember 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s