Kultwit #Doa bersama @Salimafillah


oleh Salim A Fillah / @salimafillah

1.Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menjadi hamba pen-#doa.
2.Tentu saja meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Allah Yang Maha Pemurah & Maha Penyayang. #doa
3.Sungguh kita dianjurkan banyak meminta; sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan. #doa
4. Hari-hari ini; kita disuguhi ajaran-ajaran antah-berantah tentang #doa; yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, LoA.
5.Tentang betapa jauh LoA dari ‘aqidah Diin ini -meski sebagian memperkosa Dalil tuk membenarkannya; Guru kami @syarifbaraja @orangawam1..
6..& @kupinang telah sudi membahasnya di waktu lalu. Hari ini; mari sejenak belajar pada hamba-hamba terpilih tentang #doa.
7.Hamba agung pertama adalah Musa; betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan; dikejar pasukan setelah membunuh. #doa
8.Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah; Musa tetap tergerak menolong sesama. #doa
9.Ada 2 putri Syu’aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak; menunggu giliran memberi minum ternak. #doa
10.Maka Musa; yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa; menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. #doa
11.Seusainya; Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan. #doa
12.Tapi apakah kemudian Musa ber-#doa secara detail, spesifik, & divisualisasikan atas apa yang dia hajatkan? Mari kita simak.
13.Musa ber-#doa: “Rabbi, inni lima anzalta ilayya min KHAIRIN faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan..
14..padaku dari antara KEBAIKAN; aku amat faqir, amatlah memerlukan.” {QS 28: 24}. Kalimat #doa-nya dipilih dengan indah.
15.Musa tidak menyebut hajatnya yang amat jelas; lapar. Musa tak menyebut kebutuhannya yang sangat mendesak; makanan. #doa
16.Dengan amat santun & mesra; dia mohon pada Rabb-nya kebaikan; & dia tahu; Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya. #doa
17.Maka apa sajakah yang diterima Musa dari Allah atas #doa yang tidak detail, tidak spesifik, & tidak tervisualisasi ini?
18.Musa bukan hanya mendapat makan atas laparnya; tapi juga perlindungan, bimbingan, pekerjaan; bahkan kelak istri & kerasulan. #doa
19.Betapa Allah Maha Pemurah; #doa hambaNya yang santun & sederhana; dijawab dengan limpahan karunia melampaui hajat utama.
20.Hamba agung kedua yang kita kan belajar #doa darinya ialah Yunus, ‘Alaihis Salam; setelah dia marah & pergi dari kaumnya.
21.Mari kita fahami betapa berat tugas da’wah Yunus di Ninawa; betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. #doa
22.Lalu diapun pergi sembari mengancamkan ‘adzab Allah yang sebagaimana terjadi dahulu; pasti turun pada kaum pendurhaka. #doa
23.Tapi dia pergi karena ketaksabarannya sebelum ada perintah Allah; maka Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain. #doa
24.Kita tahu; ringkasnya, Yunus dibuang ke laut dari atas kapal setelah 3 kali undian muncul namanya; lalu ditelan ikan. #doa
25.Menurut sebagian Mufassir; ikan yang menelannya ditelan ikan lebih besar; jadilah ia gelap, dalam gelap, dalam gelap. #doa
26.Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera. Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya; lalu menghibalah dia. Bagaimana #doa-nya?
27.Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera. Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya; lalu menghibalah dia. Bagaimana #doa-nya?
28.Apakah #doa-nya detail, spesifik, & tervisualisasi; jika yang paling dihajatkan Yunus saat itu ialah keluar dari perut ikan?
29.Tapi #doa-nya justru; La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin; Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau..
30..Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya.” {QS 21: 87} Indah & mesra; penuh kerendahan hati. #doa
31.Apa yang diperoleh Yunus dari #doa yang amat tidak spesifik, tidak detail, & tidak tervisualisasi ini? Sungguh berlimpah!
32.Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan; dia bahkan tak perlu payah berenang; karena ‘diantar’ sampai daratan. #doa
33.Dan bukan sembarang daratan! Ibn Katsir mengetengahkan riwayat; Yunus didamparkan di tanah yang ditumbuhi suatu tanaman. #doa
34.Ketika Yunus memakannya; tanaman itu memulihkan tenaga & kesehatannya setelah sakit & payah berpuluh hari di perut ikan & lautan. #doa
35.Yunuspun bugar, bersemangat, & berjanji pada Allah untuk nanti tak menyerah mendakwahi kaumnya; apapun yang terjadi. #doa
36.Tapi alangkah takjub penuh syukurnya dia; ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. #doa
37.Doa sederhana itu diijabah; bebas dari perut ikan, selamat dari laut ke darat, tanaman pembugar, & berimanlah kaumnya! #doa
38.Berkata Ibn Taimiyah; “Di antara seagung #doa; ialah doa Yunus AS. Padanya terkandung 2 hal; pengagungan keesaan Allah..
39..dan pengakuan akan dosa.” Sungguh untuk bermesra dengan Allah & dikaruniai nikmat agung; 2 hal dalam #doa Yunus ini cukup.
40.Memang demikianlah; ber- #doa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana.
41.Ber-#doa itu berbincang mesra; agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu & kuasaNya yang sungguh Maha.
42.Di atas soal ‘boleh-tidak boleh’; ada perbincangan tentang Adab kepada Allah SWT; hingga para ‘ulama memuji #doa Adam AS.
43.Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi’lul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.
44.Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi’lul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.
45.”Rabbana zhalamna anfusana, wa IN LAM taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.. Duhai Rabb kami, kami.. #doa
46..telah menganiaya diri sendiri; ANDAI Kau TAK ampuni & sayangi kami; sungguh kami pastilah termasuk orang merugi.” #doa
47.#Doa indah itu menghiba; merendah, mengakui lemah, fakir, salah, & bernodanya diri; disertai mengagungkan keesaan Allah.
48.Sekali lagi; saya tak hendak mengatakan bahwa #doa detail, spesifik, & tervisualisasi itu dilarang. Hanya, kita bicara Adab.
49.Mungkin boleh, -mungkin-; kekata, “Saya sudah doa sembari shadaqah sekian; kita tantang Allah yang sudah janji ganti 10 kali!” #doa
50.Tapi dari sisi Adab; kita khawatir tak medapati tuntunannya dari insan-insan mulia yang #doa-nya diabadikan oleh Al Quran.
51.Sebagai penutup; mari simak lagi #doa seorang ahli ibadah yang detail, spesifik, & tervisualisasi. Ibn ‘Athaillah pengisahnya.
52.Seorang ‘Abid ber-#doa mohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja; sehingga dengannya..
53..dia bisa tekun beribadah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. #doa
54.Maka Allah mengabulkan #doa-nya dengan cara yang tak terduga; ia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.
55.Allah takdirkan di penjara dia diransum 2 potong roti; pagi & petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. #doa
56.Tapi apa yang dilakukan si ‘Abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa di penjara; “Mengapa ini terjadi?” #doa
57.Dia tak sadar bahwa masuk penjara adalah jalan ijabah atas #doa-nya yang detail, spesifik, & tervisualisasi; 2 roti/hari.
58.Demikian ya Shalih(in+at) bincang kita tentang #doa. Maafkan segala yang tak terkenan. Selamat berbincang mesra denganNya:)

 

Salim A Fillah adalah penulis beberapa buku diantaranya, Saksikan Aku Seorang Muslim, Agar Bidadari Cemburu Padamu, Jalan Cinta Para Pejuang, dll

sumber : islamedia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s