Reportasi Hari Pertama Ramadhan Nyantri di Pabrik


Senin, 1 Agustus menjadi tak biasa karena lebih awalnya para karyawan masuk dan memulai pekerjaan. Tidak aneh memang, karena hari itu memang bertepatan dengan 1 Ramadhan, hari pertama umat Islam menunaikan ibadah shaum Ramadhan. Bagi muslim di sein, hadirnya bulan Ramadhan juga menjadi pertanda bahwa masuk kerja lebih awal yakni pukul 07.30WIB.

Hari pertama di bulan Ramadhan, tampak terjadi perubahan yang sangat pada peserta sholat fardlu berjamaah, khususnya sholat dzuhur. Tentu saja, karena para karyawan tak lagi menuju kantin terlebih dahulu untuk makan siang melainkan langsung menuju masjid untuk menunaikan sholat dzuhur. Akhirnya, antrian yang biasa kita lihat di kantin pun dengan serta merta pindah ke tempat wudlu😀 Sholat Dzuhur pun menjadi istimewa dengan hadirnya acara pembacaan hadist pasca adzan dzuhur. Tampak para karyawan begitu menikmati bacaan hadist yang pada hari tersebut dibacakan oleh Menkominfo DKM An Nahl Istafako Tawakkal.

Memasuki waktu petang, sekira pukul 16.40 WIB masjid mulai ramai dengan para jamaah. Waktu itu sesuai jadwal, seharusnya diadakan kajian fiqh sunnah dengan ustadz Nabhani Idris sebagai pengisi kajian. Karena satu dan lain hal, ust. Nabhani berhalangan hadir, dan panitia kajian fiqh sunnah pun mencari pengganti yakni Ust. Adih Amin. Sembari menunggu ustadz pematreri datang, para jamaah pun mengisi waktu dengan kegiatan produktif yaitu tilawah Al Quran. Subhanallah ya….😀

Kajian pun dimulai dan para peserta kajian tampak sangat antusias walaupun sedikit lemas😀 Peserta kajian pun menjadi tampak kurang khusyu’ mengikuti kajian ketika menjelang akhir kajian, pengurus DKM mulai menyiapkan ta’jil untuk para peserta kajian😀 Dan akhirnya, ketika adzan maghrib tiba, para jamaah mengambil ta’jil yang sudah disediakan. Sayangnya, kuantitas ta’jil yang disediakan tak mencukupi untuk semua jamaah yang hadir, maka melalui pengeras suara, ketua panitia acara Ramadhan, Tedy Handoko pun memohon maaf atas kondisi ini. Padahal seharusnya mengajak para jamaah uintuk lebih banyak berderma ya😀.

Yuk kita rame-rame juga bersedekah dan berbagi buka dengan jamaah. Bisa disalurkan melalui DKM An Nahl. Kejar pahala, kejar berkah dibulan Ramadhan, karena yang memberi buka pahalanya sama dengan yang berbuka, tanpa mengurangi pahala yang berpuasa.

Tapi jangan khawatir, walaupun paket ta’jilnya ga banyak, tapi insyaAllah semua dapet ta’jil dan bisa berbuka dengan segera, karena jamaah masjid An Nahl adalah santri Ramadhan yang baik, maka jamaah yang mendapatkan paket ta’jil pun segera membagi isi ta’jilnya dengan jamaah yang lain yang tidak mendapatkan paket ta’jil. Hmmm….. ta’jil bersama yang mempererat ukhuwa. Ta’jilnya sich ga banyak, tapi kalo makannya rame-rame ama banyak orang….jadi nikmat dan berkah….InsyaAllah. Tuh kan sampe ada yang merem-merem menikmati enaknya hidangan ta’jil bersama di Masjid An Nahl. Oke dech….Tar kita ramein lagi masjid An Nahl, ga cuman nyari ta’jil tapi nyari kajiannya, urusan ta’jil sich cuman bonus karena ikut kajian😀

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s