Fatwa Hati


Fatwa Hati

Oleh Arif Munandar Riswanto

Ilustrasi : hati

Ilustrasi : hati

Semua orang pasti pernah merasa bimbang dalam hidupnya, terutama saat memutuskan
sesuatu. Antara melakukan atau meninggalkan, memberikan atau mengambil, dan
meneruskan atau menghentikan.

Jika sedang bimbang, kita pasti akan sulit memutuskan. Hari-hari yang dilalui
akan penuh dengan keraguan. Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengambil
keputusan dari situasi bimbang seperti itu?

Rasulullah SAW mengajarkan, jika sedang menghadapi situasi seperti itu, kita
harus meminta fatwa kepada hati. ”Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah
yang membuat hatimu tenang. Sedangkan keburukan membuat hati bimbang dan ragu.”
(HR Ahmad).

Di sini, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hati manusia memiliki fitrah untuk
memberikan petunjuk kebenaran. Karena, pada dasarnya, manusia memiliki fitrah
untuk selalu melakukan kebenaran.

Dalam hadis lain pun Rasulullah SAW mengajarkan bahwa hati nurani bisa menjadi
batasan dalam menentukan kebaikan dan keburukan. ”Kebaikan adalah akhlak yang
baik dan kejahatan adalah hal yang membuat hati kamu ragu serta kamu benci jika
ia diketahui oleh manusia.” (HR Muslim).

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kebaikan adalah hal yang bisa membuat hati
tenang. Sedangkan kejahatan bisa membuat hati bimbang. Contohnya adalah
mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak milik (korupsi).

Semua orang yang melakukan hal tersebut pasti tidak akan tenang, meski barang
yang diambil memiliki nominal yang sangat besar. Ia pun tidak ingin perbuatannya
tersebut diketahui banyak orang.

Kalaupun ada orang yang mengetahuinya, ia pasti akan mengeluarkan seribu alasan.
Sebaliknya, orang yang memgambil hak yang menjadi miliknya pasti akan merasakan
ketenangan, meski nominal barang yang diambilnya sangat sedikit.

Sejatinya, kebaikan, ketaatan, dan amal saleh, pasti akan membuat hati lapang
dan tenang. Sedangkan kejahatan, dosa, durhaka, dan maksiat, pasti akan membuat
hati sempit dan tidak tenang. Amal yang baik pasti akan menyebabkan hati sehat,
sedangkan amal buruk akan menyebabkan penyakit hati.

Yang pertama akan menimbulkan rasa cinta dari masyakarat. Adapun yang kedua akan
menimbulkan rasa benci. Karena, manusia pun memiliki fitrah senang melihat
kebaikan dan benci melihat keburukan.

Dengan demikian, jika kita bimbang dalam memutuskan sebuah hal, tanyakanlah
kepada hati. Karena, Rasulullah SAW telah mengajarkan, ”Tinggalkan hal yang
meragukanmu dan lakukan hal yang tidak meragukanmu.” (HR Al-Bukhari).

source link : http://groups.yahoo.com/group/Muslim_BintaroJaya_BSD/message/6529

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s