Ketua DKM : Menyambut Ramadhan 1431H


Prasetyo-ketuadkm

Ramadhan adalah waktu “istirahat”

Tidak terasa Ramadhon mendatangi kita.  Untuk ke sekian kali nya. Rasululloh saw dan Sahabat mempersiapkannya sejak 2 bulan sebelumnya.  Ada sahabat yang berpuasa sunnah lebih sering, ada yang berdagang lebih rajin agar bulan ramadhon bisa konsen dan berhenti dagang, ada juga yang mengumpulkan uang untuk di sedeqahkan sebanyak-banyaknya. Semoga kita telah bersiap lebih baik kali ini.

Sahabatku,

Manusia yang Alloh ciptakan memiliki Jasad, Akal dan Ruh semuanya memiliki batas kemampuan.  Ruh , sebagaimana jasad kita juga mengalamai kelelahan atau bahkan sakit. Di saat lelah membutuhkan sekali istirahat untuk kembali beraktivitas. Bagaimana mengistirahatkan ruh kita ?

Di Bulan Ramadhon lah , adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan Ruh kita. Tanpa kita sadari, ruh selama ini kita kotori dengan dosa kecil atau bahkan na’udzubillah dosa besar. Dosa kecil sering kita lakukan tanpa kita sadari, bahkan jadi kebiasaan. Kebiasaan Dosa kecil ini akan menutupi hati kita dari cahaya , demikian menurut Imam Al-Ghozaly. Kebiasaan dosa kecil ini ibarat kerak di kaca yang sangat sulit dibersihkan. Alloh memberi kita ni’mat dengan Ramadhon. Ramadhon artinya adalah ‘membakar’. Bukan membakar lemak semata, tapi juga ‘membakar ‘ kerak yang sudah sulit dibersihkan itu. Juga Ramadhan akan membuat kita beristirahat dari dosa-dosa kecil.

Sahabatku,

Anggota badan kita adalah amanah dan ciptaan Alloh. Di saat lisan kita di tutup yaumul hisab, mereka mengadukan apa yang telah kita lakukan pada mereka.  Ada anggota badan kita yang kelelahan karena terus menerus di pakai membicarakan orang lain, bicara yang tak ada gunanya, memandang yang di haramkan Alloh, menghisap yang diharamkan alloh dan seterusnya.  Ada juga yang mengeluh karena jarang di pakai untuk kebaikan.  Ada juga yang berbangga karena terus menerus dipakai untuk kebaikan. Ramadhon lah saat yang tepat untuk mengistirahatkan nya bahkan MENGHENTIKANNYA untuk selamanya. Bahkan membalik dengan membuatnya lelah beramal Sholeh.

Ruh akan bercahaya setelah beristirahat dan  akan sensitive saat akan berdosa kecil bahkan dosa besar. Akan menjadi imun. Itulah pribadi yang disebut Al-Furqon. Karena bisa membedakan keburukan yang tidak disadari.

Sahabatku,

Mari kita maksimalkan ni’mat alloh ini. Siapa tahun , Ramadhon ini yang terakhir bagi kita.Selamat melaksanakan ibadah Shaum 1431H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s