DUKA PALESTINA DUKA KITA SEMUA


Ust Ferry Nur

Kafillah Freedom flotilla, merupakan sebuah aksi Heroik dari para pecinta perdamaian dan pahlawan kemanusiaan yang datang dan bergabung dari segala penjuru negri.

 Adalah salah satu langkah nyata dalam menyikapi bungkamnya dunia menyaksikan blokade GAZA  dan tindakan asusila zionist yang sudah berlangsung bertahun-tahun. 

Kelompok ini terdiri dari 6 iring-iringan kapal laut, 2 diantaranya mengangkut penumpang, sisanya membawa bantuan medis dan bahan-bahan untuk membangun rumah.

 Salah satu bagian dari Kafillah Freedom flotilla adalah kapal ‘mavi marmara’ yang dibajak dan dizhalimi pasukan bersenjata komplit zionist.

 ‘Mavi marmara’ adalah sebuah miniatur sesungguhnya dari “Khilafah Islamiyah”, demikian menurut penuturan Ust.Ferry Nur (Ketua KISPA*) selepas kajian bulanan di masjid Annahl, SEIN.

 Beliau adalah salah satu dari sekian ratus saksi hidup peristiwa penyerangan di kapal mavi marmara yang juga merasakan “tendangan” sepatu lars zionist.

 Di dalam ‘mavi marmara’ terdapat lebih kurang 750 penumpang yang terdiri dari politisi/aktivis politik, aktivis kemanusiaan dan jurnalis berbagai media.

 Para penumpang berasal dari 40 negara, yang tentunya memiliki karakter berbeda dari penampilan, wajah, karakter, usia, bahasa, kebiasaan bahkan ada yang beragama nasrani.

 Dari yang bertato, hingga yang bersorban.dari yang merokok hingga yang rajin tilawah. 

Setidaknya ada 9 orang syahid, di tembaki tentara zionist.bahkan ada syuhada yang berusia 19thn, ia syahid setelah di tembak di bagian wajahnya oleh zionist sebanyak 5x tembakan dari jarak hanya 45cm

dari moncong senjata.sungguh biadab!!.. 

Disela-sela makan malam setelah acara kajian, Ust Ferry Nur berpesan :

kita ini sudah banyak yang ngaji kesono-kemari, tapi hanya beberapa saja yang mau mengamalkan ilmu yang didapatkannya.

 Setidaknya, ada 2 hal (sunnah Rosulullah SAW) paling mudah yang bisa kita lakukan, yang pertama, tebarkan salam dan senyum setiap kali ketemu dengan orang lain, baik dikenal ataupun tidak.

 Yang kedua, sebaik-baik dari kita adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya.maksimalkan apa yang kita mampu perbuat untuk membantu orang lain dan untuk kemaslahatan lingkungan kita.baik lingkungan sosial, lingkungan kerja, dan kelompok2 dimana kita merupakan bagian darinya.

 Wallahu a’lam…

 [rekapan dari mengikuti kajian bulanan di masjid annahl-sein]

:ditulis kembali dalam rangka seruan 9juli sebagai hari menulis untuk GAZA. (blogger unite for GAZA)

an humble writer : nikolas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s