Kultwit #Doa bersama @Salimafillah
oleh Salim A Fillah / @salimafillah
1.Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa; sebab keinginan-keinginan yang menghantui angan; kita lalu menjadi hamba pen-#doa.
2.Tentu saja meminta apapun, selama ianya kebaikan, tak terlarang di sisi Allah Yang Maha Pemurah & Maha Penyayang. #doa
3.Sungguh kita dianjurkan banyak meminta; sebab yang tak pernah memohon apapun pada Allah, justru jatuh pada kesombongan. #doa
4. Hari-hari ini; kita disuguhi ajaran-ajaran antah-berantah tentang #doa; yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, LoA.
5.Tentang betapa jauh LoA dari ‘aqidah Diin ini -meski sebagian memperkosa Dalil tuk membenarkannya; Guru kami @syarifbaraja @orangawam1..
6..& @kupinang telah sudi membahasnya di waktu lalu. Hari ini; mari sejenak belajar pada hamba-hamba terpilih tentang #doa.
7.Hamba agung pertama adalah Musa; betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan; dikejar pasukan setelah membunuh. #doa
8.Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah; Musa tetap tergerak menolong sesama. #doa
9.Ada 2 putri Syu’aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak; menunggu giliran memberi minum ternak. #doa
10.Maka Musa; yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa; menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. #doa
11.Seusainya; Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan. #doa selengkapnya…
Spiritual Outing, Spiritual Adventure with Fun Outing
Outing merupakan acara yang menyenangkan, menikmati udara segar di luar dan indahnya alam mampu merefresh pikiran. Lalu bagaimana jika aktifitas outing digabungkan dengan nuansa spiritual ? Maka jawabnya ada di Spiritual Outing DKM AN NAHL 2012 ke Situ Gunung dan Curug Sawer Sukabumi.
Rombongan Spiritual Outing berangkat dari SEIN sekira pukul 07.20WIB setelah menjemput beberapa peserta di Jakarta dan Bekasi. Dipimpin oleh Kang Yulfi, rombongan mengawali perjalanan yang diperkirakan memakan waktu 5 jam ke Sukabumi dengan berdoa. Betul, berdoa sebelum perjalanan dan berdoa sebelum makan, karena sudah tersedia sarapan di dalam bus
Rombongan kemudian sampe di Situ Gunung sekira pukul 13.00WIB. Sampai di Situ Gunung, rombongan kemudian menunaikan sholat dzuhur dan asar di tepi Situ Gunung yang sejuk dan asri. Acara dilanjutkan dengan makan siang dan persiapan melakukan permainan-permainan team work ala kang Yulfi.
Permainan pun dimulai, dari bermain ular-ularan, berdiri dalam 1 karpet, sampe permainan membuat warna-warna baru dari warna-warna dasar yang disediakan. Para peserta terlihat sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti permainan-permainan tersebut.
Selesai bermain, hujan turun dengan sangat deras. Menambah sejuk dan dinginnya udara Situ Gunung. Acara pun berlanjut dengan game indoor bersama kang Yulfi, pak Dendy sang sutradara dan mas Arfi. Games yang paling seru adalah game lurus dan bengkok. Games yang memaksa pak Dadang Suhada berpikir keras sampe akhirnya menyerah tanpa sebab karena tak tahu bagaimana memecahkannya
selengkapnya…
Bacaan Terbaik Yang Sering Terlupakan
Beberapa bulan yang lalu pernah diminta menjadi juri dalam lomba tahsin Al Quran anak-anak remaja di salah satu pojok ibu kota ini. Dari sekian puluh peserta terlihat saling agak ragu dan takut untuk membaca Al Qur an meski sudah di panggil panitia lomba. Usut punya usut ternyata dari sekian peserta rata-rata masih sangat terbata dalam membaca Al Qur an.Alhasil saya menyimpulkan hanya 3 orang yang bisa membaca dg lancar walaupun tajwidnya masih belepotan dan merekalah yang menjadi juaranya. Miris sedih campur geram. Betapa tidak usia mereka yang rata-rata 15 tahunan masih saya katakana buta aksara Al Qur an?
Aneh, ngurusi yang bukan urusannya
Ada salah satu prilaku kita yang sering terjadi adalah “Ngurusi yang bukan urusannya”, dampaknya adalah hidup tidak tentram. Hidup tidak tentram, akan berdampak pada kesehatan diri maupun kesehatan tatanan masarakat. Ada empat kelompok kehidupan manusia; (1) Hidup tentram dengan berkelimpahan harta; (2) Hidup tidak tentram dengan berkelimpahan harta; (3) Hidup tentram dengan tidak berkelimpahan harta; dan (4) Hidup tidak tentram dengan tidak berkelimpahan harta.
Kesempatan ini, akan diambil kasus masalah “hidup tentram dengan tidak berkelimpahan harta”, tidak berkelimpahan harta dalam tulisan ini, bukan berarti hidupnya kekurangan, namun hidup yang tidak berkelebihan harta berlimpah ruah, namun ketentramannya sangat berlimpah ruah.
Tulisan ini sudah diterbitkan di Harian Waspada pada tanggal 26 Mei 2008, dihalaman bisnis dan teknologi, dengan judul “Mencari Tuhan di Penggorengan Pisang Raja”, maaf kami belum bisa menyebutkan penulisnya, sebab sampai sekarang belum menemukan penulisnya.
Sore hari terasa lezat jika disisipi beberapa potong pisang goreng dan teh manis hangat. Setelah lelah berdiri beberapa jam menyampaikan materi pelatihan, laju mobil mengantarkan saya ke sebuah warung gorengan yang tidak jauh dari komplek perhotelan mentereng di negeri ini. Kaca mata bisnis saya selalu saja senang memperhatikan geliat orang-orang yang berani menolong diri sendiri dan keluarganya melalui usaha halal dalam bentuk apapun. Melihat warung ini, saya mencoba mengkalkulasikan kira-kira berapa besar nilai bisnisnya. Bagaimana pengelolaannya, bagaimana pemasarannya, teknik jual si pelayan dan berbagai hal-hal teoritis lainnya.
selengkapnya…






Komentar Terakhir